Selasa, 29 September 2015

Setting DHCP Pada Mikrotik



Service DHCP di Mikrotik

Mikrotik routerOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal,mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless. Fitur-fitur tersebut diantaranya : Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya. Mikrotik dapat digunakan dalam 2 tipe, yaitu dalam bentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam bentuk perangkat keras, Mikrotik biasanya sudah diinstalasi pada suatu board tertentu, sedangkan dalam bentuk perangkat lunak, Mikrotik merupakan satu distro Linux yang memang dikhususkan untuk fungsi router. MikroTik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

keterangan :
1. Untuk mengkonfigurasi mikrotik gunakan Eth2 mikrotik yang terhubung ke PC konfigurasi.
2. PC 1 masuk ke Eth3 mikrotik
3. PC 2 masuk ke Eth4 mikrotik
4. PC 3 masuk ke Eth5 mikrotik


Dengan menggunakan Topologi diatas, hal yang akan dicapai ialah mikrotik akan memberikan service DHCP nya untuk PC1, PC2, dan PC3. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan ialah sebagai berikut :
  • Masuk ke mikrotik menggunakan winbox, kemudian Login menggukan Mac Address atau Ip address dari mikrotik tersebut
  • Setelah itu Plik menu interface,
  • Edit masing-masing nama interface nya sesuai keinginan, hingga seperti dibawah ini:
    Untuk merubah nama interface cukup dengan klik pada interface nya.
    Seterusnya ubah nama ethernet 4, dan ethernet 5 sama dengan cara diatas.
    Setelah itu apply Kemudian OK
  • Selanjutnya memberikan IP Address untuk ketiga ethernet tersebut, berikut caranya :
    lanjutkan dengan klik tanda + merah untuk menambahkan interface yang akan di beri IP address juga, lanjutkan untuk ethernet4 dan ethernet5, hingga seperti berikut :

  • Selanjutnya memberikan service DHCP untuk tiap tiap ethernet yang telah di beri IP Address tadi, yang tujuan nya agar client yang terhubung pada eth3, eth4 dan eth5 akan mendapatkan IP address secara otomatis, adapun langkah-langkah nya :
    step1
    Pilih DHCP setup, Pilih Interface yang akan di setting DHCP

    step2

    Masukkan NetID yang akan digunakan oleh client di jaringan LAN, dalam hal ini adalah 10.10.105.0/24

    step3
    Masukkan Alamat Gateway, default nya akan diarahkkan ke 10.10.105.1


         

step4
Beri range IP yang akan diberika untuk client, secara otomatis sudah ditetapkan, namun bisa dirubah sesuai kebutuhan.
         

step5
Masukkan alamat IP DNS bila dibutuhkan
          

step6
Masukkan Lease time, ini merupakan lama masa tersedia nya IP yang sama pada suatu host, dalam hal ini default nya 3d / 3 hari
        

Selanjutnya Test PING ke PC client nya:
Cek IP pada PC1, PC2 dan PC3
PC1 (Eth3 10.10.105.0/24)

PC2 (Eth4 11.10.105.0/24)


PC3 (Eth5 12.10.105.0/24)




PC1 ke PC2



PC1 ke PC3

Selanjutnya untuk memberikan service DHCP pada ethernet 4 dengan IP Address 11.10.105.0/24 langkah-langkah nya sama dengan langkah diatas.

Begitupula untuk ethernet5 dengan IP Address 12.10.105.0/24 langkah-langkah nya sama dengan langkah diatas.

Setelah mengikuti langkah untuk ethernet4 dan ethernet5, kemudian pada masing masing PC1 PC2 dan PC3 di setting IP address automatic cara : baca disini. Setelah semua client mendapatkan IP address coba tes PING ke sesama PC tersebut.

Sekian tutorial setting DHCP di Mikrotik
salah dan kurang mohon maaf  terimakasih.

By : Muhamad Nur Fajar ( Politeknik Caltex Riau ) / TET

Sabtu, 26 September 2015

Konfigurasi IP Address Pada Ubuntu 14.04


Workshop Aplikasi Internet
Konfigurasi IP address static  dan Dinamic pada Ubuntu

Pada materi ini menggunakan Topologi seperti berikut :


Keterangan :

  - IP address PC 1 ubuntu di setting Static 
 - IP address PC 2 windows di setting Static 
 - IP address PC 3 windows di setting DHCP 
 - IP address PC 4 windows di setting DHCP

IP Address pada sebuah jaringan dapat di istilahkan sebagai nomor rumah pada sebuah komplek, yang mana nomor nomor tersebut tidak akan ada yang sama antara 1 rumah dengan rumah lainnya. Begitu juga pada sebuah jaringan, antara 1 Host dengan Host lain nya harus memiliki IP address yang berbeda.

Pada topologi diatas switch dalam kondisi terhubung dalam sebuah jaringan lokal dengan IP DHCP 17.16.30.1 jadi untuk PC PC pada topologi yang diset DHCP akan mendapatkan range IP dari server IP lokal. Sedangkan PC PC yang di set static akan di set menggunakan Network 192.168.10.0/24.
Pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang bagaimana memberikan alamat IP Address pada sebuah jaringan LAN dimana terdapat 3 Host dengan 1 sistem Operasi ubuntu dan 3 Sistem Operasi Windows.Tutorial kali ini akan terfokus pada konfigurasi IP Address pada Ubuntu, dimana ubuntu yang saya gunakan ialah ubuntu 14.04. pada umum nya untuk konfigurasi network / IP akan sama untuk semua versi ubuntu.  

Perbedaan IP Statis dan IP Dinamis. IP statis yaitu IP yang dedicated dengan sebuah PC, computer atau perangkat networking lainnya (misal router). IP dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah.

Kalau dalam berinternet ada tawaran leased line, biasanya kalo kita langganan ke ISP kita dapat 6 buah IP statik include 1 ip gateway yang kita gunakan sebagai IP publik kita. IP ini tidak berubah-ubah. Tapi dengan 6 buah IP statik ini tidak bearti kita hanya bisa buat 6 koneksi internet. Kalau dynamic, IP yang kita dapatkan “dipinjamkan” sementara oleh ISP, seperti telkomnet. Kalau speedy, pelanggan akan diberikan IP statik, tapi IP statik ini bukan lah IP publik yang bisa diakses dari luar ke dalam.

Adapun Langkah-langkah Mensetting IP Static di Ubuntu
  1. Buka terminal pada Ubuntu, dengan menggunnakan Shortcut Keyboard ALT+CTRL+T
  2. Masuk Ke Root, dengan perintah sudo su kemudian masukkan password anda,
  3. Setelah masuk ke root yang ditandai dengan tanda # , kemudian buat IP address pada ubuntu dengan mengetikkan perintah berikut terlebih dahulu nano /etc/network/interfaces, Kemudian isi hingga seperti dibawah ini :
    Setelah itu simpan dengan perintah simpan ctrl+0, verifikasi nama file tekan Enter, keluar ctrl+x
  4. Kemudian restart network dengan perintah /etc/init.d/networking restart, seperti gambar berikut :

  5. Kemudian cek hasil dari konfigurasi IP address secara static dengan perintah ifconfig


    Begitulah step by step dalam membuat IP Address pada ubuntu, langkah diatas pada umumnya sama untuk semua versi Ubuntu. Cara diatas merupakan langkah membuat IP Address Static yang mana maksud nya telah dijelaskan diatas.
    Adapun untuk membuat agar konfigurasi IP address nya menjadi automatic ialah dengan mengaktifkan secara DHCP, dimana untuk setting IP address DHCP dalam jaringan tersebut harus terdapat yang namanya DHCP Server. Yang harus diubah dari konfigurasi diatas untuk memberi IP secara DHCP ialah :

    auto lo
    iface lo inet loopback

    auto eth0
    iface eth0 inet dhcp  

    Adapun pada topologi diatas apabila dilakukan pengujian tes PING PC 1 dan PC 2 akan Reply karna di setting secara static yang mana IP Address nya 1 segment, sedangkan apabila PING ke PC 3 atau PC 4 akan request time out, karena ip address secara dhcp yang didapat dari jaringan lokal nya memiliki segment yang berbeda.

    sekian tutorial ini,terimakasih
By : Muhamad Nur Fajar ( Politeknik Caltex Riau ) / TET

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

To get the latest update of me and my works

>> <<